Masyarakat Rimbo Melintang Berharap Adanya TPK


Rokan Hilir-wasiatriau.com Tak berselang lama setelah penangkapan salah seorang warga Rimbo Melintang bernama Udin, yang kesehariannya adalah Pekerja di sebuah Pengrajin Kayu (Meubel) di daerah Lenggade Hulu Kecamatan Rimbo Melintang Kabupaten Rokan Hilir oleh pihak Polsek Rimbo Melintang sekitar bulan November 2019 lalu, yang hingga kini masih menimbulkan kontroversi di beberapa Pengusaha/Pengrajin Kayu (Meubel) dikarenakan adanya hal yang kurang bisa dimengerti.

Salah seorang Nara Sumber yang berhasil ditemui oleh wasiatriau.com yang berinisial S, warga Lenggade Hulu Kecamatan Rimbo Melintang Kabupaten Rokan Hilir di kediamannya pada hari Selasa, 07/01/2020 sekitar pukul 12:00 WIB mengatakan bahwa sudah seharusnya di Rokan Hilir ini dibuat TPK (Tempat Pelelangan Kayu), agar Masyarakat tidak hanya menjadi penonton ketika Hutan di daerahnya dikuasai oleh PT. Diamond Raya Timber selaku pemegang HPH.

Masyarakat juga ingin ikut mengais rezeki di daerahnya sendiri, bukan menjadi penonton ketika Kayu hasil Hutan di daerahnya di eksport dan sebagainya, tutur S kepada wasiatriau.com. Seperti halnya di daerah Jawa Tengah, itu PT. Perhutani selaku penguasa Hutan di daerah tersebut, Peraturannya sangat ketat. Siapa yang ketahuan maling, akan mendapatkan hukuman pidana penjara, imbuh S. Akan tetapi, PT. Perhutani mengambil kebijakan dengan membuat TPK di setiap Kecamatan di dekat Area Hutan itu, jadi Masyarakat tidak harus mencuri lagi untuk mendapatkan Kayu, ujar S menambahkan.

Selain itu, S juga menambahkan bahwa pentingnya TPK itu adalah supaya Masyarakat bisa membeli langsung kepada Perusahaan, selain itu surat menyuratnya juga lengkap, jadi tidak melanggar aturan dan ketentuan hukum, tandasnya kemudian. Jadi Masyarakat tidak takut lagi ditangkap Polisi ketika membawa Kayu, karena beli di TPK, sambung S bersemangat.

Diakhir wawancara, S berharap kepada PT. Diamond Raya Timber selaku pemegang HPH di daerah Perbatasan Dumai dan Rokan Hilir tersebut sudilah kiranya memperhatikan Masyarakat dengan membuat TPK (Tempat Pelelangan Kayu) dan kalau mau ditutup Usaha Masyarakat mencari nafkah dari Kayu ini, silakan, tapi semuanya yang ada di Rokan Hilir ini harus ditutup, jangan tebang pilih, tukasnya.

Editor : Andri