Viral!!! Kabiro Nuansapost Kecewa Dengan Penegakan Hukum Yang Diduga Tidak Adil


Rokan Hilir-wasiatriau.com Terkait Penangkapan Kayu yang dipesan oleh Syaipul Bahri, S.Pd, salah seorang Kepala Biro (Kabiro) di Media Nuansapost Wilayah Rokan Hilir, Kayu tersebut dibeli guna Pembangunan Dapur Rumah Syaipul Bahri, S.Pd melalui temannya yang bernama Johan di Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir berapa hari lalu. Mobil Truk dan Supirnya hingga kini masih mendekam di Ruang Tahanan Polsek Bangko, karena Kayu tersebut dihadang oleh salah seorang Intel Korem 031 Wirabima Pekanbaru yang bertugas khusus Teritorial di Wilayah Rokan Hilir berpangkat Serka dengan inisial Sur, lalu Mobil Kayu beserta Supirnya diserahkan ke Polsek Bangko pada hari Sabtu 07/03/2020, ujar Syaipul Bahri, S.Pd saat dikonfirmasi oleh beberapa Media melalui Whatsapp pada hari Sabtu, 07/03/2020.

Bagi Syaipul Bahri, S.Pd, yang merupakan Kabiro Nuansapost Wilayah Rokan Hilir itu mengira tidak akan terjadi Penangkapan seperti itu oleh Serka Sur tersebut. Pasalnya, khusus di Wilayah Kecamatan Sinaboi dan Bangko hampir setiap saat Kayu Lalu Lalang melintas di dua Wilayah Polsek ini, tapi tetap aman-aman saja, di mana Kayu-Kayu itu tidak lain dan tidak bukan dibawa pakai Mobil dan Gerobak untuk di Jual di Galangan Kapal Bagan Siapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, pungkas Syaipul Bahri, S.Pd menambahkan penjelasannya.

Nah, jika lewat Sungai Rokan, diangkut dari Teluk Dalam dan sekitarnya di Gandeng dengan Boat-Boat Spesial Pengangkut Kayu yang di Jual di Wilayah Panipahan, Pulau Halang, Kubu dan Galangan Kapal Bagan Siapiapi, imbuh Syaipul Bahri, S.Pd.I

Ironis bagi Saya yang hanya untuk mau pakai sendiri, mau bangun rumah, bisa pula Mobil dan Supirnya di Tahan, seketika Mobil dihadang, Saya sudah coba menghubungi Intel Korem tersebut supaya Kayu itu dibebaskan untuk sampai di Rumah Saya, tapi dia tidak merespon, hingga Mobil Kayu dan Supir sudah dua hari mendekam di Polsek Bangko, tandas Syaipul Bahri melanjutkan penjelasannya.

Ada apa dengan ini semua? Apakah ini Penegakan Hukum yang benar? Apakah ada Kewenangan Seorang Intel Korem terhadap hal itu? Kalau memang ada Kewenangannya, Saya minta semua Kayu yang melintas diamankan, termasuk Galangan Kapal yang Menadah Kayu Hasil Hutan yang dijadikan Bahan Baku Galangan Kapal itu, jelas Syaipul Bahri, S.Pd menegaskan.

ingga saat ini Syaipul Bahri belum bisa membesuk Supir karena  masih terbaring sakit di Rumahnya. Jadi kalau hal itu, Penegak Hukum yang murni, kita Apresiasi Polsek Bangko dan Intel Korem itu. Tapi jika tidak, alangkah kecewanya Saya terhadap Penegakan Hukum yang tidak Adil Merata itu. Jika Saya sudah sehat, Saya akan Investigasi Kerja Intel Korem itu. Pasalnya informasi yang Saya dapat dari Warga sekitar, sering mendatangi para Toke Kayu dan Panglong meminta Bulanan dengan alasan untuk Bayar Setoran Danrem. Hal itu bagi Saya tidak masuk akal, Saya kira itu hanya untuk kepentingan pribadinya, tutup Syaipul Bahri, S.Pd ketika dikonfirmasi oleh beberapa Media melalui Whatsapp.

Redaksi wasiatriau.com