5 W + 1 H, Unsur Penulis Berita atau Naskah yang Benar


Wasiatriau.com ( DMI ) Seorang penulis berita ataupun sebuah naskah harus selalu memperhatikan kerangka unsur penulisan ” 5 W + 1 H “.

Seperti apa yang disampaikan sekretaris  jenderal ( sekjen )  persatuan wartawan republik Indonesia ( PWRI ) pusat,  Zulfikar Taher. Beliau acap kali menyampaikan kepada wartawan yang tergabung di dalam organisasi PWRI di daerah daerah dalam sebuah pertemuan seminar dan lainnya. Malah beliau sering menulis pesan dalam group watshap terkait penulisan berita dan atau Naskah.

Kali ini pembaca dapat menyimak sebuah berita sesuai kaidah penulisan, sebagai contoh sebuah kabar dalam pemberitaan yang sesuai dengan unsur 5 W + 1 H.

KABAR
(oleh : Pengurus DPD PWRI Jabar)

Secara pengertian, kabar adalah laporan tentang peristiwa yang biasanya belum lama terjadi atau peristiwa aktual [KBBI].

Begitu pentingnya kabar dan agar para pembaca/pendengar/pemirsa tidak salah menafsirkan kabar tersebut, maka pemberi kabar – khususnya bagi wartawan PWRI Jawa Barat – hendaknya semangat belajar lagi memahami kaidah 5W+1H (What, Where, When, Who, Why dan How) yang selalu disampaikan oleh Sekjen DPP PWRI (Bang Zulfikar Taher) dalam setiap pertemuan resmi.

Sekedar mengingatkan, bahwa kaidah 5W+1H pada umumnya digunakan untuk mengembangkan berita atau berbagai naskah. Penggunaan kaidah 5W+1H menjadikan berita atau naskah yang ditulis akan lebih jelas, komprehensif dan memiliki alur cerita yang baik.

1. What
What atau Apa temanya? Merupakan unsur pertama yang wajib ada dalam suatu penulisan. Sebab, suatu tulisan pasti mempunyai tema atau inti cerita yang ingin disampaikan.
Unsur what ini akan menjawab pertanyaan seputar apa yang sedang terjadi. Unsur what ini akan mendorong penulis untuk mengumpulkan fakta sebanyak-banyaknya yang berkaitan dengan kejadian yang terjadi.

2. Who
Who atau Siapa saja yang terlibat? Sebuah berita atau cerita tidak akan lengkap jika tidak mengetahui siapa yang terlibat didalamnya. Unsur who dalam kaidah 5W+1H memfasilitasi kita untuk memberikan informasi seputar orang-orang yang terlibat dalam cerita yang kita tulis.
Selain pelaku utama dalam cerita, perlu dijelaskan pula pelaku atau orang-orang lain yang turut mendukung cerita tersebut bisa terbentuk.

3. When
When atau Kapan kejadiannya? Setiap peristiwa yang diceritakan dalam berita atau cerita perlu dilengkapi dengan keterangan waktu yang jelas. Hal ini berguna untuk memberikan informasi yang akurat terhadap peristiwa yang terjadi tersebut.

4. Where
Where atau Dimana kejadiannya? Lokasi kejadian suatu peristiwa harus jelas. Sebab, semua peristiwa pasti memiliki lokasi tempat kejadiannya. Hal ini untuk mendukung pembaca dalam memahami alur cerita disertai keterangan tempat yang jelas atas suatu peristiwa.

5. Why
Why atau Alasan mengapa terjadi? Suatu peristiwa pasti terjadi bukan tanpa alasan. Oleh karena itu penulis wajib untuk membubuhkan unsur why dalam tulisannya untuk menjelaskan sebab suatu peristiwa terjadi.

6. How
How atau bagaimana kronologinya? Unsur ini mengharuskan penulis untuk menjabarkan bagaimana kronologi terjadinya peristiwa tersebut. Penggunaan unsur how ini akan membantu pembaca memahami alur cerita serta dapat mendukung pernyataan atas unsur why yang telah dijabarkan sebelumnya.

Contoh berita.

“Residivis Yang Baru Dibebaskan, Kembali Lakukan Pencurian Motor”

Pencurian motor kembali dilakukan oleh 2 orang residivis yang belum genap 1 bulan dibebaskan. Berawal pada hari Sabtu tanggal 23 Mei 2020 sekitar jam 14.30 WIB, Josse memarkirkan kendaraannya di depan pertokoan Kosambi Kota Bandung untuk belanja barang. Namun kurang dari 5 menit terdengar keributan, ternyata motor Honda Vario milik Josse dicuri orang.

Untung saja di tempat tersebut ada Herman, petugas parkir yang curiga oleh gerak-gerik 2 orang yang mengamati motor-motor yang diparkir. Begitu 2 orang tersebut berhasil membuka kunci motor dan hendak membawa kabur, dengan tangkas Herman menarik tangan salah seorang pencuri tersebut sambil berteriak “Maling… maling..” hingga motor yang berhasil dicuri tersebut terjatuh. Akhirnya 2 orang pencuri tersebut berhasil diringkus oleh warga yang berada di lokasi kejadian. Kedua pencuri tersebut babak belur dihakimi masa. Untung tidak lama kemudian Petugas dari Polsek Batununggal datang ke lokasi kejadian dan segera mengamankan kedua pencuri yang ternyata keduanya adalah residivis yang baru dibebaskan belum genap 1 bulan.

Dalam pengakuannya di hadapan Polesk Batununggal, kedua residivis telah melakukan 2 kali curanmor di wilayah Bandung setelah dibebaskan bersyarat dari Rutan Kebonwaru Bandung. Alasannya karena pada saat PSBB Covid-19, mereka sulit sekali mencari nafkah.

Barang bukti berupa Honda Vario warna putih buatan tahun 2019 dengan pelat Nomor D-1234-DDD milik Josse juga dibawa ke Polsek Batununggal Jl. Jendral Ahmad Yani No. 282 Kota Bandung. Demikian juga Josse dan Herman juga diminta ikut Petugas Polsek Batununggal untuk dimintai keterangan.

Saat ditanya Wartawan, Juru Parkir Herman menjelaskan kronologi di atas. Sedangkan Herdi salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian memberikan keterangan bahwa setelah mendengar teriakan “Maling.. maling..” dan motor terjatuh, dia melihat kedua pencuri tersebut dihajar masa. “Untung saja Polisi segera datang untuk mengamankan, kalau terlambat tidak tahu bagaimana nasib kedua pencuri tersebut”, imbuh Herdi menutup keterangannya.

=== 000 ===

Setelah membaca berita tersebut Anda dapat menyimpulkan inti berita dengan pertanyaan 5W+1H seperti berikut :

What : Peristiwa apa yang terjadi ?
Who : Siapa yang terlibat ?
Where : Dimana peristiwa tersebut terjadi ?
When : Kapan peristiwa terjadi ?
Why : Mengapa peristiwa tersebut bisa terjadi ?
How : Bagaimana proses kejadiannya ?

Ide cerita dalam berita tersebut masih dapat dikembangkan dengan menambahkan unsur-unsur lain selain 5W+1H yang bisa memperkuat berita yang ditulis, seperti misalkan saat kejadian adalah bulan Ramadhon sehingga banyak warga yang menjalankan puasa kurang konsentrasi terhadap barang-barang miliknya dan hari-hari menjelang hari raya idul fitri umumnya rawan terjadinya curanmor, sehingga masyarakat harus lebih waspada.

Kesimpulannya, KABAR berupa tulisan yang tersusun dengan kaidah 5W+1H serta unsur pelengkapnya dapat memberikan informasi yang lebih akurat kepada pembacanya apalagi disertai pesan yang positif.
Dijamin berita tidak akan HOAX.

Selamat berkarya.
*202005-25 : 00

( Dikutip dari sekjen PWRI pusat )