Ketua DPD PWOINusantara Bengkalis Pertanyakan Putusan PN Bebaskan Tersangka WNA Lakukan Ilegal Fhising


Wasiatriau.com ( Bengkalis ) – Terkait Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bengkalis memutuskan bebas terhadap tiga terdakwa ilegal fishing. Sontak menjadi perhatian sejumlah elemen masyarakat, LSM, Ormas dan juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara (DPD PWOIN) Bengkalis.

Kekecewaan masyarakat, LMS, Ormas dan DPD PWOIN Bengkalis ini bukan tanpa alasan. Pelaku WNA asal Malaysia dianggap telah terang-terangan masuk ke wilayah perairan NKRI dan melakukan penangkapan ikan di perairan Indonesia.

Diketahui bahwa, Majelis Hakim membebaskan nelayan Malaysia itu karena tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencurian ikan di daerah Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI), Selasa (23/6/2020). Mereka masing-masing Nahkoda Wah Wat (49), ABK Tan Chong Pin (61) dan ABK Pua Sin Kue (56).

Juru bicara Pengadilan Negeri Bengkalis Zia Ul Jannah Idris saat di temuai awak media, Kamis, (25/06/2020) mengatakan “sebenarnya saya tidak boleh mengomentari putusan yang di sampaikan majelis, karena itu kode etik. Cuma yang bisa saya sampaikan bahwa putusan itu pasti berdasarkan fakta fakta persidangan,” jelasnya.

Zia juga menganjurkan untuk. membuka wibesite Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis karena disitu dimuat semuannya.

Terkait hal ini ketua DPD PWOIN Bengkalis T. Maha Sobirin Assegaf menyayangkan keputusan majelis hakim PN Bengkalis yang membebaskan tiga Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia.

“Kami DPD PWOIN Bengkalis merasa sangat kecewa dengan keputusan majelis hakim PN Bengkalis ini. Juga kami kecewa dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang kurang tegas dalam persidangan dan Pengambilan putusan. WNA yang terang terangan mengambil atau mencuri ikan di perairan NKRI bisa dibebaskan begitu saja, sementara pencuri tandan sawit saja mendapat hukuman penjara,”

Ketua DPD PWOIN Bengkalis menghimbau kepada aparat penegak hukum di NKRI khususnya di Kabupaten Bengkalis untuk lebih menegakkan hukum yang seadil adilnya ke semua lapisan masyarakat, ” harapnya.

Hal senada di sampaikan Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Jefri kepada awak media, Kamis (25/06/2020) juga menghimbau penegak hukum di Kabupaten Bengkalis agar lebih tegas dalam menegakkan keadilan.” Menghimbau kepada penegak hukum di Kabupaten Bengkalis untuk dapat lebih tegas dalam menegakkan hukum di NKRI ini. Juga kepada JPU untuk lebih tegas dan cermat dalam menentukan pasal tindak pidana dari pelaku ilegal fhising ini serta pengumpulan alat bukti yang cukup dan akurat.”

Jefri melanjutkan “dan untuk PN Bengkalis diminta lebih profesional dalam mengambil putusan persidangan, jangan membuat masyarakat bertanya dengan hasil putusan ini,” harapnya.(tim) ( aba )