Kontraktor Diguga kurang Perhatikan Petunjuk Teknis Saat Membangun Puskesmas Di Banjar XII


Wasiatriau.com ( Rohil ) – Pemenang Tender Pembangunan Baru Puskesmas PONED/DAK Tahun Anggaran 2020 PT. Fajar Dhuha mengunakan fasilitas ruang Gedung SMK bantuan dari Chevron yang dihibahkan ke Pemda Rokan Hilir untuk penyimpanan bahan – bahan material dan tempat tidur pekerja. Diduga dapat ijin penempatan dari Pejabat Rokan Hilir.

Dari pantuan awak media dilokasi, Sabtu (25/7) terlihat sejumlah bahan material milik kontraktor ditumpukan di satu ruang kelas dan satu ruang kelas lagi digunakan untuk tempat tidur para pekerja pelaksana lapangan.Tidak disitu juga diluar bangunan sekolah pun digunakan tempat merakit besi. sepertinya pihak kontraktor PT. Fajar Dhuha tidak membuat Kantor lapangan (base camp, gudang, direksi keet) untuk penyimpanan bahan materialnya.

Diketahui, dalam persiapan teknis tahapan kontraktor setelah ditunjuk sebagai pemenang tender yakni membuat Struktur organisasi proyek, Time schedule atau master schedule, Metode kerja/metode pelaksanaan, Kantor lapangan (base camp, gudang, direksi keet) Bangunan utilitas (PLN, Telkom, PDAM), Survey letak quarry, Membuat shop drawing, Pengukuran dan Membuat fasilitas penunjang (Access road, jembatan darurat, pagar pengaman).

Faktanya, kontraktor PT. Fajar Dhuha ditunjuk sebagai pemenang tender dalam pelelangan tersebut dengan Penawaran Rp 6.428.556.114,70 tidak ada membangun Kantor lapangan atau base camp dilokasi pekerjaan dan tidak disitu juga sebagian para pekerja juga tidak dilindungi alat pengaman diri saat mengerjakan Alat Pancang (Drive pile +Hamer).

Namun pastinya, saat awak media konfirmasi kontraktor pelaksana lapangan .”Kami menempati ruang kelas ini atas ijin Bos (Pemenang Tender) yang sebelumnya minta ijin sama Bupati, kemudian Kasi Pemerintahan Kecamatan Tanah Putih dan Kakan Satpol PP Kabupaten Rokan Hilir turun kelokasi, kalau tidak ada ijin pasti kami (pelaksana lapangan) tidak berani menempatinya” Ucap pelaksana lapangan Ranto kepada awak media ,Sabtu (25/7)

Tapi sangat disayangkan saat awak media konfirmasi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hilir Rahmad Hidayat SH melalui whathsaap pribadinya,Senin (27/7) belum ada jawaban terkait bangunan ruang kelas sekolah yang digunakan untuk penyimpanan bahan material milik kontraktor.ɗikutip dari kabarriau.com

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir melakukan pelelangan dalam daftar LPSE Rokan Hilir terhadap Pembangunan Baru Puskesmas PONED/DAK Tahun Anggaran 2020 dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp 6.653.343.563,56 pada bulan Juni 2020.

Pada pelelangan tersebut diikuti oleh tiga puluh sembilan (39) peserta rekanan kontraktor yang akhirnya dimenangkan oleh PT. Fajar Dhuha beralamat Jalan Kelapa Pati Tengah Desa Kelapa Pati Bengkalis- Bengkalis (Kab.) – Riau dengan Harga Penawaran Rp 6.428.556.114,70.

Sementara itu, salah satu warga Banjar XII Hendrik (33) saat dikonfirmasi mengatakan bahwa Gedung SMK yang terdiri dari enam lokal dan satu kantor ini sudah sembilan tahun dibangun oleh Chevron yang terletak di Wilayah Kelurahan Banjar XII Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir.jelasnya Her kepada awak media.

” Sepengetahuan saya, Gedung SMK ini pernah dipakai satu semester pada tahun 2019 oleh anak SD 026 untuk proses giat belajar mengajar, mengingat sekolah tersebut pada saat itu lagi tahap perehapan. Kan sangat disayangkan jika gedung SMK tersebut dibuat tempat penyimpanan bahan-bahan material dari kontraktor pelaksana.” Ungkapnya ( TIM)