Paslon Wako dan Wawako Dumai Belum Jelas,Warga Antusias Menunggu


Wasiatriau.com ( DMI ) Kompetisi politik menyongsong pilkada serentak tahun 2020, dimulai akhir tahun 2019 dan sampai saat ini masih berproses dalam tahapan mensleksi pasangan calon yang akan didukung partai dan koalisi parpol.

Namun berbeda dengan kota Dumai, berdasarkan pantauan, sampai hari ini (red) kota Dumai belum mendapat pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota yang didukung koalisi partai politik. Sementara daerah lain sudah ada paslon yang dideklarasikan oleh koalisi partai. Seperti kabupaten Bengkalis, paslon Bupati dan wakil Bupati Bengkalis Abi Bahrun-Herman secara resmi telah dideklarasikan oleh koalisi parpol PKS dan PPP, di duri, Bengkalis. Begitu juga di daerah kabupaten kota lain, sudah ada yang dideklarasikan oleh koalisi partai.

Tahapan demi tahapan sudah dilalui partai politik, seperti penjaringan para bakal calon ( balon ) Walikota dan Wakil Walikota Dumai, puluhan balon kota Dumai ikut mendaftar ke partai partai politik yang membuka penjaringan balon, baik balon dari internal partai maupun dari ekternal parpol. Sementara gambar para balon terpajang di setiap simpang dan sudut jalan, hampir dua puluh orang balon yang ikut bertanding, banyak wajah wajah baru yang muncul, namun ada juga tokoh lama yang mencoba untuk mengadu nasib ikut serta bertanding sebagai konstestan pilkada serentak tersebut.

Proses seleksi penjaringan balon yang dilakukan partai, Mulai dari tingkat kota Dumai, Provinsi sampai ke pusat, akhirnya balon tersebut mengerucut tinggal satu dan dua pasangan calon ( Paslon ),

Partai politik yang telah mensleksi bakal calon ( balon ) maupun paslon seperti Nasdem dengan perolehan kursi DPRD 4 Kursi yang mendukung Paisal – Amris, PAN perolehan kursi DPRD 3 kursi yang mendukung Kader sendiri balon Zainal Abidin, Golkar perolehan kursi DPRD 3 kursi, dan dukungan kepada anggota DPRD dari Golkar Saripah, Gerindra perolehan 4 Kursi DPRD mendukung kader Nita Ariyani, PPP memperoleh kursi DPRD 3 kursi memberi tugas kepada paslon Hendri Sandra – DR. Rizal Akbar, dan Paisal – Amris. PDIP perolehan suara 4 Kursi DPRD dan kabarnya memberi dukungan kepada kader sendiri Mimi Lutmila dan beredar isu dukungan berobah kepada ekternal partai (red ) Hendri Sandra. Sementara demokrat yang memperoleh kursi terbanyak, 5 kursi DPRD memberikan dukungan kepada ketua partai Eko Suharjo. Sedangkan Hanura yang memperoleh satu kursi DPRD Belum memberikan dukungan.

Dari sejumlah balon dan Paslon yang mendapat dukungan partai politik, secara resmi yang dikeluarkan pusat belum terdengar mendeklarasikan Paslon.

Meskipun sudah ada pasangan calon yang mendeklarasikan, namun hanya kesepakatan partai koalisi di daerah, belum mendapat persetujuan secara resmi dari pusat, seperti koalisi partai PKS dan PAN, partai di tingkat daerah sudah mendeklarasikan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Dumai 2020, Edi seven – Zainal Abidin, namun ditingkat pusat diduga partai keadilan sejahtera ( PKS ) pusat belum memberikan dukungan kepada Paslon tersebut, informasi yang dapat dirangkum dilapangan, kabar burung Minggu depan dukungan PKS pusat akan keluar.

Begitu juga dengan PPP kota Dumai, DPP PPP pusat mengeluarkan surat penunjukan kepada 2 paslon, namun DPC PPP kota Dumai melakukan acara kesepakatan bersama DPC PPP kota Dumai dengan partai Nasdem yang dihadiri oleh salah satu paslon yang mendapat surat penunjukan DPP PPP pusat. Namun acara yang dilakukan tersebut juga tidak diakui oleh DPW, alasannya belum mendapat petunjuk dari DPP.

Sementara calon lainnya masih tahap melobi partai ditingkat DPP mencari berkoalisi partai, sedangkan calon tetap melakukan silaturahmi politik dengan calon lainnya untuk menjadi pasangan calon.

Berdasarkan pantauan dilapangan, sampai hari ini (red) masih ada partai yang sudah memberikan dukungan kepada calon dan Paslon,namun calon dan paslon tersebut yang mendapat dukungan partai politik belum juga mendapatkan pasangan calon atau koalisi partai.

Diketahui bahwa untuk mendukung Paslon Walikota dan Wakil Walikota Dumai harus memiliki jumlah kursi minimal 6 kursi, sedangkan parpol yang ada di kota Dumai tidak ada yang memperoleh 6 kursi, partai yang tertinggi memperoleh kursi sebanyak 5 kursi, ada 4 Kursi, 3 kursi dan satu kursi, maka partai harus berkoalisi minimal bergabung dua partai baru bisa mendukung paslon tersebut.

Ditempat terpisah, masyarakat kota Dumai masih menunggu pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Dumai, karena para paslon tersebut yang didukung partai nantinya cikal bakal menjadi pemimpin kota Dumai kedepan. masyarakat Dumai antusias menunggu Paslon yang akan muncul. Demikian pantauan awak media. ( aba )