Paslon Melenggang, dan Ada yang Sudah menunggu gawang


Wasiatriau.com ( DMI ) Prosesi perebutan dukungan partai politik sudah masuk pada tingkat tinggi. Kenapa tidak, menit menit terakhir tim sudah mulai menerjunkan para politisi senior untuk memenangkannya.

Perebutan strategi politik jika diibaratkan seperti main bola. Pasalnya manajer akan  menurunkan pemain berkualitas terutama diwaktu kritis, bola liar yang didepan mata, hampir setengah tahun lebi tergantung diawang awang dan akhirnya bobol dalam gawang lawan.

Gol indah yang membuat para penonton tertegun kagum. Kenapa tidak, tanpa diduga alih alih manajer suporter datang mengoper melintang langsung melesat disudut kiri gawang. Priiit..wasit meniup pluit tanda resmi satu kontestan masuk babak final dan lawan hampir tereliminasi.

Melihat bola menggelinding masuk dalam gawang. Sontak para pendukung berada dibelakang panggung bersorak riang gembira melepaskan rasa cemas yang menyesak dadanya,  Heboh sekampung seakan akan permainan sudah usai.

Semangat eforia menambah amunisi untuk menciptakan gol tambahan di menit menit terakhir, agar lawan kalah telak.

Sementara tim kesebelasan yang sudah masuk babak seperempat final hanya bisa melihat dari jauh, tidak ikut ikutan bersorak seperti layaknya suporter bola,tapi mereka hanya memperhatikan gerakan pemain dan manajer tim yang mengatur strategi dari luar arena. 

Dua tim petarung lainnya agak gerah dan gelisah melihat serangan bertubi-tubi yang dilakukannya, memang mereka awalnya tidak menduga jika serangan dimenit menit terakhir mampu memenangkan permainan, mereka dengan tenang mempertontonkan seni permainan didalam gelanggang.

Jika dihitung jumlah angka, antara satu dengan yang lainnya, memang tidak jauh bedanya, tapi jika kebobolan gol tentu akan menambah poin, sehingga kesebelasan bisa bisa tidak ikut masuk final, karena kalah poin. Semula diperkirakan masuk ke babak final empat peserta, bisa jadi tinggal tiga kesebelasan, karena kurang pemain.

Jadwal pertandingan babak final semakin dekat, sementara kesebelasan masih terus bertarung di dalam dan luar arana, mereka saling adu ketangkasan dan kepiawaian masing-masing, meskipun permainan agak sedikit memanas, namun belum ada yang mendapat kartu merah oleh wasit, karena wasitpun ikut ikutan menonton dan malah ikut bersorak dari jauh. Semakin serunya permainan tersebut, sehingga wasitpun lupa meniupkan peluit panjang.

Sementara para pengamat diluar panggung sulit memprediksi siapa yang bakal masuk babak final,prediksi mereka sering meleset yang semula menjagokan pemain senior, tapi hasilnya berbeda dari kenyataan.

Dalam sebuah pertandingan sudah pasti ada yang merasa kurang puas, suara kritik sayup-sayup mulai terdengar, karena ada campur tangan pihak luar, tapi permainan tetap berlangsung dan semakin seru 

Mampukah kesebelasan tetap bertahan masuk dibabak final, empat kesebelasan atau tiga, ayok kita tunggu sampai wasit meniupkan peluit panjang, sebuah tanda dimulainya babak final 4 – 6 September 2020. ( aba )