Ayo Kita Sosialisasikan Perda nomor 3 Tahun 2017, Tentang LAMR kota Dumai


Wasiatriatriau.com ( Dumai ) Orang melayu kota Dumai dihimbau agar ikut berperan aktif mensosialisasikan Perda nomor 3 tahun 2017, tentang lembaga adat Melayu Riau (LAMR) kota Dumai. Pasalnya dalam kandungan peraturan daerah ( perda ) tersebut melestarikan adat istiadat dan budaya Melayu khususnya Melayu Kota Dumai. Ujar Ketua LSM Wasiat Ahmad Bakri.

Meskipun peraturan daerah ( perda) nomor 3 tahun 2017 belum disosialisasikan oleh pemerintah daerah kota Dumai, lembaga adat Melayu Riau (LAMR) kota Dumai, tapi oleh karena sudah sekian lama perda itu tersimpan tidak tersosialisasikan ketengah masyarakat Dumai, sementara perda tersebut semata mata untuk melestarikan kearifan budaya lokal, berpakaian Melayu dan berbahasa Melayu dilaksanakan pada hari Jumat. 

Beliau juga mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat kota Dumai agar menghidupkan nilai nilai kearifan lokal ini, sebab sesuai dengan pepatah orang tua tua ” dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung “. Sebut beliau.

Begitu juga Panglimo Gedang, Ketua Laskar hulubalang Melayu Bersatu, beliau menitahkan kepada seluruh anggota laskar agar mensosialisasikan Perda LAMR tersebut. Tegasnya.

” Kita sebagai organisasi pagar penjaga Marwah negeri Dumai Darussalam ini, berkewajiban menjaga, melestarikan adat istiadat dan budaya Melayu ” Ujar Panglimo Gedang.

Tambah beliau lagi, kepada calon Walikota dan Wakil Walikota Dumai 2020, siapapun diantara 4 paslon yang terpilih nantinya menjadi pemimpin kota Dumai, diharapkan menjalankan Perda nomor 3 tahun 2017 tentang LAMR kota Dumai, demi menjaga dan melestarikan adat istiadat dan budaya negeri Darussalam kota Dumai, diharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat Dumai ikut mendukung melestarikan adat istiadat dan budaya negeri Melayu ini. Demikian harapan Panglimo Gedang.

Diketahui Perda nomor 3 Tahun 2017 tentang lembaga adat Melayu Riau kota Dumai, salah satunya mengatur tentang berpakaian dan berbahasa Melayu pada hari Jumat.

Hal yang sama juga disampaikan, Datok Wan Akhyar dalam suatu diskusi beberapa waktu yang lalu, mantan sekretaris majelis kerabatan adat (MKA) kota Dumai tersebut menyebutkan, terbitnya perda LAMR kota Dumai, sewaktu beliau menjabat sebagai sekretaris MKA, beliau juga berharap Perda nomor 3 Tahun 2017 tentang LAMR kota Dumai sudah sepantasnya disosialisasikan ke tengah masyarakat, terutama kepada eksekutif,legislatif, yudikatif,BUMN, BUMD, perusahaan swasta, sekolah sekolah dan lembaga lainnya yang ada di kota Dumai. Harap Datok wan Akhyar.

Diketahui bersama bahwa isi dalam perda nomor 3 tahun 2017, tentang lembaga adat melayu ( LAMR ) kota Dumai berbunyi ;

“Pasal 17 ayat 1 : Untuk mewujudkan jati diri masyarakat daerah, LAM Riau daerah menetepkan hari jumat sbg Hari Budaya Melayu Riau daerah.
Pasal 2 : Setiap hari jumat, Pejabat eksekutif, legislatif, yudikatif, instansi vertikal, BUMN/BUMD, swasta dan lembaga pendidikan di daerah wajib memakai pakaian melayu & menggunakan bahasa melayu sbg bahasa pengantar dgn berbagai dialeg.”


Pasal 18 ayat 1 : Untuk melestarikan adat istiadat dan budaya melayu riau di daerah maka setiap organisasi perangkat daerah yang berkaitan dgn pendidikan memasukan budaya daerah riau dlm materi pembelajaran muatan lokal disetiap tingkatan sekolah.

Pasal 2 : Perangkat kerja daerah yang berkaitan dengan budaya, pariwisata dan masyarakat hukum adat serta izin usaha dan bangunan berperan aktif dalam pelestarian budaya dan adat istiadat berdasarkan Perda 03 Tahun 2017 tentang LAM Riau Kota Dumai BAB XIII Pemartabatan dan pelestarian adat. ( aba )