Warga Kepung Maling Saat operasi mencuri sarang burung Walet


Wasiatriau.com ( Dumai ) Pencurian sarang burung walet meresahkan warga sekitar jalan Datuk Laksamana kelurahan Dumai kota. Kenapa tidak, sudah beberapa kali sarang burung Walet dicuri maling, namun pelaku selalu lolos dari sergapan warga.

Namun kali ini pelaku pencurian tak dapat berkutik lagi, pasalnya belum sempat membawa lari barang jarahan sudah duluan dikepung warga, Sabtu (12/09/20) dini hari.

Berawal kecurangan pemilik ruko dan penangkaran burung walet, berinisial (at) warga Tionghoa, di jalan datuk Laksamana, kelurahan Dumai kota, ada orang memanjat ruko lantai 3, lalu setelah pemilik ruko melaporkan kepada ketua RT 07 jalan anggrek, dan orang ronda malam, langsung warga mengepung ruko tersebut.

Sekitar dua jam warga mengepung gedung lantai 3 tersebut, yang diduga ada maling diatas bangunan, warga menggunakan lampu senter mencari pencuri tersebut, beberapa orang masuk menyisir di dalam gedung dan ada juga yang stanbay menjaga diluar gedung.

Tidak lama kemudian,terdengar suara dentuman seperti sesuatu jatuh diatas atap seng, tepatnya diatas atap seng bangunan di sebelah bangunan lanati 3 tersebut, warga mulai berteriak, itu dia, kata salah seorang warga melihat sekilas orang terjun dari bangunan tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, maling tersebut masih bisa berlari ditas atap seng sepanjang bangunan roko, dan sempat lolos di belakang ruko, tepatnya di sekitar jalan mawar, namun di sekitar belakang roko juga sudah dikepung warga, akhirnya maling walet tersebut tertangkap oleh warga.

Setelah dapat ditangkap warga, maling tersebut langsung diserahkan kepada polisi, yang sudah dihubungi sebelumnya dan stanbay di tempat kejadian perkara.

Ketika ditanya oleh pak RT, menurut pengakuan maling tersebut, beliau tinggal di jalan takari, berasal dari desa sepahat Kecamatan Laksamana kabupaten Bengkalis, namun beliau tidak ada identitas.

Saat ini pelaku sudah diamankan pihak berwajib untuk menjalankan proses penyelidikan, dan barang bukti berupa satu buah tas dan isinya, tali sarana memanjat. Demikian pantauan awak media di tempat kejadian perkara. ( aba )