Tim Evaluasi Kinerja Kerjasama Pemko Dumai dan Komisi 2 lakukan peninjauan fisik pasar pulau payung


WR (Dumai) – Tim Evaluasi Kinerja Kerjasama Pemko Dumai bersama ketua dan anggota Komisi 2 DPRD kota Dumai melakukan peninjauan fisik bangunan pasar pulau payung. Jumat ( 15/01/2021) pagi.

Kunjungan tersebut menindak lanjuti rapat dengar pendapat antara DPRD kota Dumai komisi II dengan perusahaan pengelola pasar payung,  PT.Panca beliia primakarsa  bulan September 2020 yang lalu,

Turut hadir dalam kegiatan peninjauan ke pasar pulau payung tersebut, Tim evaluasi kinerja kerjasama pemko Dumai terdiri dari inspektur, Kadis Perdagangan, Staf Ahli bidang sdm, Kabag Perekonomian, Kabag hukum, kabag kerjasama Kabid aset  BPKAD dan Ketua komisi II beaerta Anggota dan pengelola pasar pulau payung perusahaan PT. Panca Belia Primakarsa.

Pada pukul 8.00 wib , Jumat (15 /01/2021) rombongan tim evaluasi kinerja kerjasama pemko Dumai bersama DPRD kota Dumai dari komisi II langsung menuju lokasi pasar pulau payung, dan didampingi pengelola pasar tersebut.

Berdasarkan informasi bahwa pasar pulau payung khususnya lantai dua dan tiga selama lebih kurang 16 tahun los pasar di lantai dua dan tiga tidak ditempati oleh para pedang.

Menurut pengelola pasar pulau payung Rudinal, ditanya awak media mengatakan, sejak pasar pulau payung berdiri pada tahun 2004 yang lalu, hanya dua bulan los pasar ditempati oleh pedagang, setelah itu kosong kembali,  karena pemerintah kota Dumai pada saat itu membangun pasar Sri Mersing ( PSM ) yang ada disamping pasar pulau payung ( PPP ). Terang rudinal disela sela proses peninjauan fisik bangunan pasar sambil menunjuk posisi bangunan pasar Sri Mersing yang terletak persis disebelah belakang pasar pulau payung.

Tambah rudinal lagi menjelaskan los pasar milik pemko di lantai dua berjumlah 60 los dan di lantai tiga hanya ruang kantor unit pelayanan pasar terpadu ( UPPT ). Ujarnya menjelaskan kepada Tim evaluasi kinerja kerjasama Pemko Dumai.

Berdasarkan pantauan awak media, Tim evaluasi kinerja kerjasama pemko Dumai mengecek fisik bangunan pasar pulau payung tersebut salah satunya adalah los pasar aset milik pemko Dumai.

Terlihat fisik bangunan los pasar di lantai dua aset milik pemko Dumai sudah banyak yang rusak, karena sudah 16 tahun tidak ditempati pedagang pasar, alias kosong.

Sementara menurut pengakuan pengelola pasar, masa berlaku kerjasama selama 20 tahun, dan bisa diperpanjang kembali.

Jika dihitung masa berlaku kerjasama pembangunan dan pengelolaan pasar pulau payung tersebut, mulai dibangun pada tahun 2002 dan ditempati tahun 2004 silam, maka masa berakhirnya kerjasama pengelolaan sekitar tahun 2022.

Setelah proses peninjauan fisik bangunan pasar, terpantau rombongan DPRD komisi II melanjutkan kembali pertemuan dengan pengelola pasar, di kedai kopi elit.

Sedangkan kepala dinas perdagangan kota Dumai, Zulkarnain melanjutkan pertemuan dengan BUMD PT. Pembangunan di kantor BUMD jalan Pattimura Dumai.

Pertemuan dengan perusahaan Badan usaha milik daerah ( BUMD ) kota Dumai tersebut menindak lanjuti surat minat BUMD rencana pengelolaan pasar pulau payung.

Menurut kadis perdagangan Zulkarnain, SH, perusahaan milik daerah tersebut sudah melayangkan surat minat untuk mengelola pasar pulau payung.

” Kita siap memfasilitasi minat BUMD tersebut untuk mengelola pasar,” ujarnya

” Sudah beberapa kali surat minat BUMD masuk ke kantor disperindag kota Dumai, surat minat BUMD terkait menglola pasar lepen, pasar Sri Mersing, pasar Kelakap tujuh dan jika disetujui, BUMD siap untuk mengelola  pasar pulau payung,”

Bukan hanya BUMD yang berminat, tambah kadis perindag lagi, tapi PT. Panca belia perkasa juga telah memasukan surat minat untuk melanjutkan mengelola pasar pulau payung tersebut.

Beliau meminta kepada perusahaan yang sudah melayangkan surat minat tersebut agar membuat perencanaan pengelolaan yang matang, agar pengelolaannya dapat lebih optimal lagi. Saran beliau.

Jika manajemen pengelolaan pasar dapat dilakukan secara profesional, menyiapkan personil yang memiliki SDM, serta tertata dengan baik, sehingga pasar tradisional  nantinya dapat juga dijadikan wisata pasar tradisional.

Berdasarkan Permendag RI, nomor 70/ M-DAG/ PER/12/13,.bab V, pengelolaan pasar tradisional, pasal 18 ayat 1, pengelolaan pasar tradisional dapat dilakukan oleh koperasi, swasta, badan usaha milik negara ( BUMN ), badan usaha milik daerah ( BUMD ),  Pasal 2,  Menteri, Gubernur, dan Bupati / Walikota baik sendiri maupun secara bersama sama melakukan pemberdayaan pengelolaan pasar tradisional dalam upaya meningkatkan daya saing. Pasal 3 Peningkatan daya saing sebagaimana dimaksud ayat (2) dilakukan dalam bentuk : a. Peremajaan atau Revitalisasi bangunan pasar tradisional. b. Penerapan manajemen pengelolaan yang profesional, dan aksen c. Penyediaan barang dagangan dengan mutu yang baik dan bersaing, dan  / atau d, Fasilitasi proses pembayaran kepada para pedagang pasar guna modal kerja dan kepemilikan tempat usaha.

Sementara Pasal 18. Ayat 1,  Pengelolaan pasar tradisional memiliki peran antara lain dapat berupa : a. Menambah jumlah pasokan barang dalam rangka menstabilkan harga, b. Memastikan kesesuaian standar berat dan ukuran barang ( tertib ukur ), c. Melakukan pembinaan, pendamping dan pengawasan kepada para pedagang dan d. Menyediakan ruang usaha bagi pedagang.

Zulkarnaen, SH juga mengusulkan untuk  membentuk tim terpadu serah terima aset pasar pulau payung kepada pemko Dumai dan menyerahkan pengelolaan los pasar tersebut kepada perusahaan yang benar banar berminat. Demikian ujar beliau mengakhiri. ( aba )